Category Archives: Perikanan

Hujan Datang Bisnis Bibit Ikan Menggeliat


Musim penghujan banyak ditunggu-
tunggu oleh banyak orang, meski di
sebagian wilayah hujan kerap kali
menimbulkan banjir. Salah satu yang
menuai berkah musim hujan adalah
petani ikan baik penyedia bibit
maupun pembesaran ikan. Banyak
kolam atau lokasi pemeliharaan ikan
berhenti beroperasi karena kurang
pasokan air saat musim kemarau.
Saat musim penghujan datang inilah
moment yang ditunggu untuk
menabur benih ikan.
Berkah awal musim hujan ini banyak
dinikmati oleh penyedia
bibit ikan
dari berbagai jenis dari ikan lele,
nila, grasscap, ikan mas, gurameh
dan lain-lain. Umummnya penyedia
bibit ini berasal dari daerah-daerah
yang masih cukup mendapat pasokan
air saat musim kemarau. Meski
demikian produksi bibit ikan juga
tidak bisa maksimal karena hanya
sedikit daerah yang cukup tersedia
air melimpah.
Permintaan bibit ikan yang
meningkat dan suplai yang terbatas
ini mendorong kenaikan harga
bibit
ikan. Misalnya saja benih ikan mas
strain majalaya ukuran 400-500 ekor
per kg, naik dari Rp 18.000 menjadi
Rp 25.000 per kg di tingkat
pembenih. Sementara benih ikan nila
menjadi Rp 17.000 dari harga semula
pada kisaran Rp 12.000 – Rp 13.000
per kg.
Permintaan benih bibit ikan ini
diprediksi akan terus meningkat
mengingat musim penghujan baru
saja mulai. Belum semua lokasi bisa
mendapatkan pasokan air untuk
kolam-kolam pembesaran ikan.
Selain itu beberapa waduk yang
biasa dijadikan tempat pemeliharaan
ikan dengan jaring apung juga baru
mulai bersiap-siap. Bisnis bibit ikan
ini cukup lumayan peluangnya untuk
beberapa bulan kedepan.
Sumber: Galeriukm

Iklan

Budidaya Lele Sangkuriang


Budidaya Ikan Air tawarBisnis
memang memiliki wilayah yang
sangat luas. Salah satu Ikan Budi
daya air tawar yang cukup memiliki
prospek bisnis yang menjanjikan
adalah
Lele Sangkuriang. Nama Lele
Sangkuriang memang belum setenar
Ikan Lele Dumbo, namun sebenarnya
secara fisik tidak memiliki
perbedaan. Sebenarnya Lele
Sangkuriang merupakan Strain baru
Lele Dumbo yang kehadirannya
merupakan upaya memperbaiki
produktivitas Lele Dumbo yang
dirasakan mengalami penurunan.
Lele Sangkuriang merupakan strain
baru dari Lele Dumbo
yang
dikembangkan oleh BBAT Sukabumi
sejak beberapa tahun silam.
Pengembangan Lele Sangkuriang
didasarkan oleh penurunan kualitas
Lele Dumbo karena tidak disertai
dengan penanganan Induk yang baik
di dalam budi dayanya.
Penanganan induk lele dumbo yang
tidak baik tersebut antara lain
perkawinan sekerabat (inbreeding),
penggunaan induk yang berkualitas
rendah dan lain-lain. Parameter
rendahnya kualitas induk lele dumbo
ini diamati dari pematangan gonad,
pertumbuhan harian, daya tahan
terhadap
penyakit lele dan nilai FCR
( Feeding Conversion Rate), atau
efisiensi konversi berat makanan
menjadi berat tubuh ikan lele
dumbo.
Budi Daya Ikan Lele
Dalam rangka mengembalikan
kualitas lele dumbo tersebut BBAT
Sukabumi melakukan upaya
perbaikan genetik melalui cara
silang balik antara induk betina
generasi kedua (F2) dengan induk
jantan generasi keenam (F6). Induk
betina F2 merupakan koleksi yang
ada di Balai Budidaya Air Tawar
Sukabumi yang berasal dari
keturunan kedua lele dumbo yang
diintroduksi ke Indonesia tahun 1985.
Sedangkan induk jantan F6
merupakan sediaan induk yang ada
di Balai Budidaya Air Tawar
Sukabumi. Induk dasar yang
didiseminasikan dihasilkan dari silang
balik tahap kedua antara induk
betina generasi kedua (F2) dengan
induk jantan hasil silang balik tahap
pertama (F2 6).
Berdasarkan keunggulan lele dumbo
hasil perbaikan mutu dan sediaan
induk yang ada di BBAT Sukabumi,
maka lele dumbo tersebut layak
untuk dijadikan induk dasar yaitu
induk yang dilepas oleh Menteri
Kelautan dan Perikanan dan telah
dilakukan diseminasi kepada instansi/
pembudidaya yang memerlukan.
Induk lele dumbo hasil perbaikan ini,
diberi nama Lele Sangkuriang.
Syarat Tempat Budidaya Lele
Sangkuriang
Budidaya Ikan Lele Sangkuriang
seperti halnya budidaya ikan lele
dumbo bisa dilakukan pada kolam
semen, kolam lumpur, kolam terpal
dan kolam media lainnya yang
berada pada areal dengan ketinggian
1 m – 800 m dpi. Sumber air untuk
budi daya lele sangkuriang dapat
menggunakan aliran irigasi, air
sumur (air permukaan atau sumur
dalam), ataupun air hujan yang
sudah dikondisikan terlebih dulu.
Lele Sangkuriang memiliki kelebihan
bisa hidup pada kolam yang memiliki
kepadatan cukup tiggi sehingga
dapat dibudidayakan dalam
pekarangan yang terbatas. Budi daya
Lele sangkuriang dalam lahan
terbatas biasanya dilakukan dalam
skala rumah tangga atau usaha
kecil. Dengan modal yang kecil
budidaya Lele sangkuriang bisa
dilakukan dengan cara seminimal
mungkin misalnya kolam dibuat
dengan terpal, makanan dicarikan
dari sumber makanan alami dan
upaya lainnya.
Model Bisnis Budidaya Lele
Sangkuriang
Bisnis Budidaya Lele sangkuriang
sebenarnya bisa dilakukan dalam
beberapa kegiatan antara lain
pembenihan Lele Sangkuriang,
Pembesaran Benih dalam beberapa
ukuran dan pembesaran Lele
Sangkuriang hingga ukuran
konsumsi. Model pembenihan
memerlukan indukan
Lele
Sangkuriang yang berkualitas baik
dan memiliki genetik yang baik pula.
Usia induk Lele Sangkuriang dan
kematangan Gonad sangat penting
untuk diperhatikan. Setelah menetas
idealnya benih lele sangkuriang
dipelihara pada kolam lumpur /
sawah yang cukup luas dan tersedia
pakan alami.
Seiring dengan meningkatnya
permintaan ikan Lele Sangkuriang
ukuran konsumsi, ketersediaan benih
ikut meningkat pula sehingga
diperlukan Budidaya Benih yang
cukup untuk memenuhi permintaan
tersebut. Benih yang sudah ditebar
pada kolam lumpur/sawah sudah
bisa dipanen sebagai benih ukuran
5-7 cm pada usia 30-40 hari.
Bisnis Budidaya Lele Sangkuriang
Untuk Konsumsi
Konon rasa danging Lele sangkuriang
memiliki rasa yang lebih enak dan
gurih, tak heran permintaannya
semakin banyak. Selain rasa yang
enak didukung pula dengan
pertumbuhannya yang lebih cepat
dari Lele Dumbo. Untuk benih yang
ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam
masa pemeliharaan 130 hari sudah
bisa dipanen dalam bobot 200 sampai
250 gr/ekor. Biasanya ada Lele
Sangkuriang yang memiliki
pertumbuhan lebih cepat dari ikan
lainnya, secara berkala misalnya
satu bulan sekali, Lele Sangkuriang
dipisahkan berdasarkan ukurannya.
Hal ini dilakukan agar ikan yang
pertumbuhannya lebih lambat tidak
kalah dalam bersaing mengkonsumsi
makanan. Selain itu ikan yang
pertumbuhannya cepat bisa dipanen
dalam waktu yang lebih cepat.
Pemberian Pakan Lele Sangkuriang
Pada dasarnya Lele Sangkuriang
merupakan ikan yang bersifat
omnivora.Makanan yang diberikan
bisa makanan alami yang bisa
diperoleh dari sekitar kolam atau
tempat tinggal kita. Pemberian
makanan tambahan berupa pellet
bisa diberikan jika tidak mau repot
mencari makanan alami. Dalam
Budidaya Lele Sangkuriang jumlah
besar cara ini lebih praktis
dilaksanakan. Jumlah makanan yang
diberikan sebanyak 2-5% perhari dari
berat total ikan yang ditebarkan di
kolam. Cara menghitungnya dengan
mengambil sampel beberapa Lele
Sangkuring kemudian ditimbang.
Untuk
mempercepat pertumbuhan
dan meningkatkan efisiensi
pemberian pakan,
makanan
dicampurkan dengan probiotik.
Menurut pengamatan beberapa
petani dan peneliti probiotik mampu
meningkatkan efisiensi pencernakan
makanan sehingga ikan lele menjadi
cepat besar dan bobot bertambah.
Pemberian pakan frekuensinya 3-4
kali setiap hari. Sedangkan komposisi
makanan buatan dapat dibuat dari
campuran dedak halus dengan ikan
rucah dengan perbandingan 1:9 atau
campuran dedak halus, bekatul,
jagung, cincangan bekicot dengan
perbandingan 2:1:1:1 campuran
tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

Sumber: galeriukm

Penyebab Kematian Ikan Lele


Ikan lele memiliki daya
tahan yang cukup baik
terhadap kondisi air yang
kurang mendukung.
Tetapi pada ukuran lele
kecil seringkali terjadi
kematian secara massal
yang mengakibatkan
kerugian pada
budidaya
ikan lele. Pada ukuran
kecil, ikan lele memang
terhitung masih rentan
terhadap perubahan
lingkungan dan penyakit.
Kondisi lingkungan yang
buruk semakin
mendukung kematian
ikan lele. Kematian pada
ikan lele disebabkan oleh
faktor internal dan faktor
eksternal. Yang penting
diperhatikan adalah
memilih bibit yang baik
dan sehat.
Ikan lele yang baru
dipindah dari satu lokasi
ke lokasi yang lain
mengalami stress dan
menurun vitalitasnya,
dalam kondisi demikian
ikan lele menjadi lemah
dan mudah terserang
penyakit. Hal inilah yang
sering dialami petani ikan
lele, karena itu sebelum
ditebar ke kolam
budidaya perlu dipulihkan
terlebih dahulu kondisi
ikan. Langkah paling
sederhana adalah
mempuasakan ikan lele
dengan tidak memberi
makan terlebih dahulu.
Agar kondisi eksternal
mendukung maka kolam
lele harus diperlakukan
secara baik dan tepat.
Beberapa faktor yang
perlu dihindari
agar tidak
terjadi kematian ikan lele
antara lain:
1. Penanganan Yang
Kurang Tepat
Penanganan pada bibit
lele yang salah misalnya
padat tebar yang terlalu
tinggi, bibit yang dari
asalnya memang kurang
baik, lingkungan hidup
kolam yang tidak baik
( tercemar).
2. Terlambat dilakukan
Sorting
Pertumbuhan ikan lele
tidak bisa seimbang, ikan
lele besar cenderung
akan mendominasi
makanan. Selain itu lele
memiliki sifat kanibal,
ikan lele yang besar
cenderung akan
memangsa ikan lele yang
kecil.
3. Tidak menggunakan
Probiotik
Probiotik memiliki fungsi
menguraikan ammonia
dan membantu
pencernakan makanan
pada ikan . Dalam
budidaya lele dengan
kepadatan tinggi kotoran
ikan akan menumpuk dan
menjadi racun bagi ikan.
Maka memberikan
probiotik baik pada
campuran pakan atau
kolam cukup penting
untuk ternak lele.
4. Penggunaan Alat
Tangkap yang tidak
Sesuai
Alat tangkap yang tidak
sesuai, misalnya terlalu
kasar akan membuat
luka pada ikan lele kecil.
Luka in akan berpotensi
terinfeksi oleh bakteri
yang bisa menyebabkan
kematian.
5. Tidak Dipuasakan
Apalagi untuk pengiriman
jarak jauh , bibit ikan lele
dipuasakan terlebih
dahulu, agar kotoran dan
sisa-sisa makanan pada
tubuh ikan lele keluar.
Jika saat pengiriman ada
kotoran yang keluar dari
ikan lele maka akan
menjadi racun yang
mengakibatkan
kematian.
6. Waktu Distribusi Yang
tidak sesuai
Cuaca panas di siang hari
merupakan saat yang
kurang tepat untuk
mengangkut ikan lele.
Idealnya ikan lele
dikirimkan pada pagi
atau sore hari dan
ditebarkan pada kolam
pada saat dingin juga.
7. Tidak divaksinasi
Vaksinasi pada ikan lele
memang belum terlalu
populer. Vaksinasi pada
ikan lele akan
meningkatkan kekebalan
tubuh ikan lele sehingga
akan mengurangi resiko
kematian.

Sumber: Galeriukm

Ternak Lobster Air Tawar


Lobster air tawar (LAT)
pernah menjadi booming
dan menawarkan peluang
bisnis yang menggiurkan.
Namun saat ini
popularitas
Lobster Air
Tawar mulai menurun
dan relatif stagnan.
Produktifitas budidaya
Lobster air tawar
memang banyak
dilakukan pada
pembibitan karena tidak
memerlukan lahan yang
luas, sedangkan
pembesaran Lobster air
tawar memerlukan
kolam tanah yang cukup
luas dan memerlukan
waktu sekitar 6 bulan.
Selain itu faktor iming-
iming keuntungan yang
menggiurkan dari
pembibitan Lobster ini
menjadi pemicu booming
ternak Lobster.
Konsumsi
Lobster saat ini
memang masih sangat
terbatas dan belum
menjadi makanan yang
umum di masyarakat.
Wajar jika produksinya
juga belum banyak,
belum lagi harga lobster
yang cukup tinggi
membuat minat makanan
lobster air tawar kurang.
Bandingkan harga
lobster
yang mencapai seratusan
ribu ribu lebih dengan
udang windu yang hanya
40-an ribu. Selain itu saat
ini kebutuhan
Lobster
banyak dipenuhi dari
Lobster air laut hasil
tangkapan nelayan.
Dalam kondisi tertentu
hasil tangkapan ini akan
semakin sulit jika
permintaan terus naik.
Sebagai alternatifnya
maka ternak
Lobster Air
Tawar (LAT) menjadi
pilihan. Meski saat ini
bisnis pembesaran
Lobster Air Tawar ini
belum begitu
menggairahkan ,namun
jika anda memiliki
ketertarikan melakukan
budidaya lobster air
tawa
r utamanya untuk
pembesaran , ada
beberapa hal yang
penting untuk dilakukan
agar lobster bisa cepat
besar dan tumbuh
dengan sempurna.
Berikut Tips Ternak Air
Lobster Tawar agar cepat
besar dan tumbuh ideal:
1. Oksigen yang cukup
pada kolam, ini bisa
dilakukan dengan
menambah aerasi atau
aliran air pada kolam.
2. Kolam tanah adalah
tempat yang baik bagi
pertumbuhan lobster.
3. Pemilihan bibit yang
berkualitas, yaitu dari
keturunan lobster yang
bisa besar, sehat dan
tidak dari hasil
perkawinan sedarah
(inbreeding). Bibit lobster
untuk pembesaran
biasanya dipelihara mulai
ukuran 2 Inchi.
4. Ada baiknya dipisahkan
antara lobster jantan dan
betina agar tidak kawin
selama dibesarkan.
5. Berikan pakan lobster
yang mengandung
protein tinggi, pakan
alami misal cacing sutra,
keong mas cacah lebih
mempercepat
pertumbuhan lobster.
6. Suhu air kolam antara
26 sampai 31 derajat
Celcius.
7. Masa panen sekitar 6
bulan dari bibit 2 Inchi
akan menghasilkan
Lobster air Tawar 1 kg
berisi 10 sampai 12 ekor.
Pada usia 3 bulan
biasanya ada yang
melakukan panen, tapi
ukuran masih terlalu
kecil untuk konsumsi.

Sumber: Galeriukm

%d blogger menyukai ini: