Sharing Wifi Mudah di Lenovo Ideapad 100-14iBD


Sekarang Wifi adalah suatu kebutuhan. Orang cenderung suka untuk melakukan sesuatu yang mudah, tanpa repot-repot dengan perangkat yang banyak dan ribet. jika kita selalu bekerja dengan Laptop yang selalu menyala, dan kita hanya mempunyai modem sebagai jaringan inetnya, dan belum terdapat fasilitas share wifi, maka kita bisa gunakan fasilitas share wifi di laptop.

Ternyata fasilitas ini sudah terdapat dalam Laptop Lenovo Ideapad 100-14iBD. Kita tidak perlu repot lagi untuk setting cmd, adhoc, atau pun instal connectify. Karena cukup mengaktifkan BATTERY GAUGE  dengan menginstalnya terlebih dahulu.

Langkah-langkah selengkapnya sebagai berikut:

  1. Download Drivernya di sini >> BATTERY GAUGE
  2. Instal sampai selesai.
  3. Setelah selesai akan tampil tanda baterai spt di bawah ini:

    ba

    Battery Gauge

  4. klik ikon battery gauge tersebut sehingga muncul tampilan seperti dibawahbac
  5. Setelah itu, lihat ikon mobile hotspot yang dilingkari, kalau belum aktif akan ada tanda silang, karena itu aktif maka tidak ada tanda silang. untuk mengaktifkannya cukup mengklik ikon yang saya lingkari (mobile hotspot) yang kemudian akan tampil jendela berikut:bacd
  6. Kemudian pada bagian set up a mobile hotspot yang saya lingkari kita set “Name your hotspot” dengan nama hotspot yang kalian inginkan, isikan password sesuai yang diinginkan, centang remember pass, dan kemudian klik tombol “Start Sharing”
  7. Dan selamat sekarang anda sudah bisa sharing wifi pakai laptop dengan lancar tanpa perlu seting sana-sini yang ribet atau pakai Connectify yang berbayar.

Itulah tadi salah satu cara untuk mengaktifkan sharing wifi di laptop Lenovo, semoga bermanfaat.

Untuk Driver Laptop 100-14IBD selengkapnya klik link berikut >>==<<


Iqro’ – at Hotel Ishiro 103

View on Path


UTS hari ketiga, harus makin semangat ya! – at SD Negeri Caturtunggal 3

View on Path


Tarling – at Ajam Gepoek

View on Path

SOAL-SOAL LATIHAN UN SD TH 2012-2013


SILAHKAN DOWNLOAD DI BAWAH INI:

cover bi2SUKSES UN BI PAKET 1 , (By: Onny Rudianto).

– SUKSES UN BI PAKET 2(By: Onny Rudianto)

SUKSES UN BI PAKET 3, (By: Friend)

SUKSES UN BI PAKET 4, (By: Friend)

 UN BHS INDO (By: Usman Jayadi)

                       

cover ipa

SUKSES UN IPA PAKET 1 (By: Onny Rudianto)  

SUKSES UN IPA PAKET 2 (By: Onny Rudianto)

SUKSES UN IPA PAKET 3 (By: Onny Rudianto)

SUKSES UN IPA PAKET 4 (By: Friend)

cover mat2SUKSES UN MTK PAKET 1 (By: Onny Rudianto)

SUKSES UN MTK PAKET 2 (By: Onny Rudianto)

SUKSES UN MTK PAKET 3 (By: Onny Rudianto)

SUKSES UN MTK PAKET 4 (By: Friend)

JADWAL UJIAN NASIONAL SMA/SMK/MA, SMP/MTs, SD/MI 2012-2013

ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN UN SD TH 2011-2012

ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN UN SD TH 2010-2011

KISI-KISI UJIAN NASIONAL SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK TH 2012-2013

sumber: onnyrudianto

Ini Pertanda Anda Guru yang Hebat


Kepala SMA John McDonogh, New Orleans, AS, Dr Marvin Thompson. (Huffington Post)

JAKARTA – Menilai kehebatan seorang guru bisa dilakukan melalui faktor internal dan eksternal. Secara internal, pendidikan guru yang mumpuni bisa menjadi acuan kapabilitas. Namun, output dari para siswa tentunya tidak bisa diabaikan. Prestasi dan moral luhur para siswa juga bisa menjadi ukuran keberhasilan seorang guru.

Lantas apa saja faktor yang menjadi ukuran kehebatan atau keberhasilan seorang guru? Dr Marvin Thompson, Kepala SMA John McDonogh di New Orleans, Amerika Serikat, memberikan bocorannya. Thompson merupakan menjadi bintang serial dokumenter di saluran TV OWN bertajuk “Blackboard Wars”.  Berikut empat tanda guru yang hebat seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (19/2/2013).

1. Di kelas, para siswa berbicara lebih banyak ketimbang gurunya.

“Pada masa kini, proses belajar di kelas harus berbasis pertanyaan, bukan pengarahan dari guru. Guru yang baik akan memberikan ‘panggung’ kepada siswanya untuk menyelidiki, menanyakan, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Sebuah tanda yang positif jika di kelas ada diskusi yang penuh makna dan mencakup semua siswa,” jelas Thompson.

2. Sang guru berbagi ide dengan guru lainnya.

“Berbagi ide sebenarnya membantu guru mengasah keterampilan dan mendapat masukan mengenai praktik belajar terbaik dari guru lain. Sama seperti para dokter yang saling berkonsultasi mengenai pasiennya, para guru juga harus melakukan dialog satu sama lain,” ujar Thompson.

3. Guru mengetahui inti dan tujuan dari kurikulum.

“Belajar bukan hanya tentang materi pelajaran yang diberikan kepada siswa. Namun bagaimana para siswa berhasil menguasai materi melalui proses pembelajaran. Anda bisa mengajarkan para siswa mengenai pertambahan dan pembagian, namun harus dipastikan mereka memahami keterampilan di balik pelajaran tersebut. Jika seorang siswa tidak dapat menemukan hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kehidupan nyata, maka hal ini akan membatasi relevansi dari pelajaran tersebut, yang pada akhirnya mengurangi keinginan dan minat untuk terlibat,” papar Thompson.

4. Guru mengakui dan menghargai usaha para siswa, bahkan untuk hal-hal kecil.

“Jika para siswa melakukan hal yang positif, dan setiap anak tentunya mampu melakukan hal yang positif, kenali usaha mereka. Terkadang, para siswa membutuhkan sedikit dorongan. Seorang guru yang hebat akan fokus pada apa yang dilakukan siswanya, meski mereka hanya ingin pamer di kelas, karena Anda tidak pernah tahu ketakutan dari para siswa saat belajar. Anda tidak pernah tahu tantangan yang mereka hadapi di luar kelas. Karenanya, seorang guru yang hebat akan menunjukkan kepeduliannya kepada para siswa. Kadang-kadang, hanya sesederhana itu,” tuturnya.(rfa)


Okezone.com, 19 Februari 2013

Kurikulum 2013 Diperuntukan Sekolah Berakreditasi A dan B


JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Mohammad Nuh mengklaim telah mendapat restu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjalankan kurikulum 2013. Sehingga pelaksanaan kurikulum itu bisa langsung disosialisasikan implementasinya.

Nuh mengatakan restu SBY dia peroleh setelah melalui sidang kabinet paripurna, Senin (18/02). Saat itu Nuh mengaku telah diberi lampu hijau oleh Presiden untuk mensosialisasikan kurikulum 2013.

�Bapak Presiden menyampaikan yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi kurikulum supaya dilaksanakan secara masif. Artinya, secara substansi beliau sudah bisa memahami bahwa kurikulum 2013 ini penting,� kata Nuh mengulang ucapan Presiden SBY, kepada media di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (19/02).

Mendikbud mengatakan, implementasi kurikulum 2013 diterapkan ke sekolah-sekolah yang siap melaksanakannya. Adapun ketentuan kesiapan sekolah diukur dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Pertama, kesiapan dari sisi kelengkapan sekolah.

�Maksudnya kelas 1-6 ada. Kan ada sekolah yang belum komplit. Misalnya, sekolah baru (berdiri) itu ada sampai kelas 5 saja,� katanya.

Kedua, akreditasi sekolah. Akreditasi ini dinilai mulai dari kelembagaan sampai tenaga pendidiknya. Menejemen dan sarana prasaranya, termasuk prestasi sang anak di sekolah yang masuk bagian akreditasi. Sehingga sekolah dengan akreditasi A dan B seharusnya sudah siap.

Berdasarkan data Kemdibud, jumlah SD yang terakreditasi A dan B sebanyak 71,5 persen, sedangkan akreditasi C sebanyak 24 persen. �Kalau kita ambil 30 persen kan masih banyak. Saya mendorong tidak hanya A dan B, tapi termasuk yang C,� tukas Menteri awal Jawa Timur itu.

Adapun jumlah sekolah akreditasi A dan B untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 73,7  persen dan tidak terakreditasi empat persen. Sementara akreditasi A dan B jenjang sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 74 persen dan SMK 84 persen.

Ketiga, kesiapan guru. Kualifikasi guru yang sudah S1 atau D4 dipertimbangkan. Dan yang terakhir adalah menejemen tata kelola sekolah yang datanya juga sudah dikantongi Kemdikbud. data ini sudah diserahkan ke kabupaten/kota untuk diverifikasi apakah sekolah yang terpilih benar-benar siap atau tidak.

Setelah melalui proses verifikasi, ada kemungkinan perubahan jumlah SD di kabupaten/kota yang akan melaksanakan kurikulum 2013. Komposisi SD negeri dan swasta di suatu kabupaten yang melaksanakan kurikulum 2013 dihitung dengan metode proporsional.

Berapa perbandingan sekolah negeri dan swasta yang ada di daerah tersebut, kemudian dikalikan 30 persen “Minimumnya kan 30 persen. Tapi kalau mereka sanggup mendanai sisa dari 30 persen itu, ya bisa saja,� ucapnya.(fat/jpnn)


JPNN.com, 20 Februari 2013

Download Kisi-Kisi UN 2013 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah


Download Kisi-Kisi UN 2013 Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Kisi-Kisi UN 2012/2013 SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB – Dalam rangka penyelenggaraan ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2012/2013, pemerintah dalam hal ini Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menerbitkan kisi-kisi soal UN 2012/2013 untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang terdiri dari SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB.

Kisi-kisi UN 2013 diterbitkan BSNP dengan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0019/P/BSNP/XI/2012 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2012/2013 tertanggal 20 November 2012.

Kisi-kisi soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tercantum pada peraturan Mendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi untuk pendidikan dasar dan menengah.

Kisi-kisi soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 diharapkan bisa dijadikan acuan dalam penyusunan soal ujian nasional pada satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2012/2013.

Berdasarkan peraturan BSNP tentang kisi-kisi UN 2012/2013 ini, kisi-kisi soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah berlaku selama tiga tahun.

Berikut ini link Download Kisi-Kisi UN 2013 SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB.

SK Kisi-Kisi tahun 2012-2013
Kisi-Kisi SD,MI, SDLB-tahun 2012-2013
Kisi-Kisi -SMP-SMA,SMK-PLB-tahun 2012-2013

Demikian sekilas info Kisi-Kisi UN 2013, semoga bermanfaat.

Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD


JAKARTA, KOMPAS.com – Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa (13/11/2012).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini merata untuk setiap jenjang, baik dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Ini dilakukan di tiap jenjang sekolah. Tujuannya tentu untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan nanti,” kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Selasa (13/11/2012).

Untuk jenjang SD, anak-anak tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah pada kurikulum baru ini. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

6 mata pelajaran berbasis tematik

Seperti diketahui, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya dalam kurikulum baru ini. Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

“Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya,” ujar Nuh.

Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.

Belajar di sekolah lebih lama

Namun, berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.

“Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu,” kata Nuh.

Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

“Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun,” ungkap Nuh.

Pramuka jadi ekskul wajib

Dari berbagai paparan di atas, Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

“Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora,” tuturnya.

Demikian bentuk kurikulum baru yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina.
sumber: Kompas.com,

Sekolah Dilarang Buat Proyek Pengadaan


JAKARTA� Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang sekolah membuat proyek pengadaan perlengkapan sekolah agar tidak membebani orang tua murid.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pascapenerimaan siswa baru, banyak orang tua yang mengaku khawatir apabila sekolah meminta dana untuk pembelian perlengkapan sekolah. Seragam tidak boleh dijadikan proyek sekolah, tapi dapat dibeli sendiri oleh orang tua dengan harga sesuai kemampuan mereka. �Akan lebih baik lagi apabila pemerintah daerah yang membelikan biaya personal tersebut,�tandas Nuh di kediamannya, Jalan Widya Chandra III No 11,Jakarta,kemarin.

Nuh mencontohkan, Pemkot Surabaya yang menyiapkan seragam, sepatu, sampai alat tulis bagi anak didik yang berasal dari keluarga tidak mampu. �Kalau toh ada warga atau seseorang yang kesulitan untuk memenuhi biaya yang terkait dengan personal tadi, justru inilah yang harus dicarikan solusinya,� ungkapnya.

Mantan Rektor ITS ini menyatakan,pemerintah menjamin aksesibilitas bagi seluruh masyarakat untuk masuk pendidikan, terutama pendidikan dasar karena hukumnya wajib.Karena itu,seluruh hambatan untuk mengakses pendidikan dasar itu harus dicari solusinya.� Yang biasa menghambat masuk pendidikan dasar itu salah satunya masalah pembiayaan,� katanya.

Mantan Menkominfo ini menambahkan, kepala sekolah harus menjamin tidak ada pungutan.Namun, Nuh mengakui banyak tekanan dari pihak lain di daerah agar sekolah memungut biaya dari masyarakat. Karena itu, Mendikbud memberikan garansi bahwa kepala sekolah tidak intervensi saat penerimaan siswa baru.

Jika ada pungutan saat penerimaan siswa baru dengan alasan biaya investasi maupun operasional, Kemendikbud akan memberikan sanksi kepada sekolah dan pungutan harus dikembalikan.�Dinas harus memberikan peringatan teguran kepada sekolah yang melakukan pungutan investasi ataupun operasional,�tandasnya.

Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menilai, maraknya pungutan saat penerimaan siswa baru disebabkan masih ada celah yang dimanfaatkan pihak sekolah.Celah itu dengan memanfaatkan Komite Sekolah.Aturan yang ada pun membenarkan dan melegalisasi praktik pungutan tersebut.

Dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 044/U/ 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, peluang ada pungutan itu sangat terbuka misalnya dalam keputusan itu dinyatakan bahwa salah satu fungsi Komite Sekolah adalah menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Politikus PKS ini menyatakan, rumusan di ataslah yang dioptimalkan oleh pihak sekolah untuk membenarkan ada pungutan kepada orang tua siswa.

Pihak sekolah juga seringkali berdalih bahwa bukan sekolah yang melakukan pungutan, melainkan Komite Sekolah. Sedangkan Komite Sekolah yang sudah dipengaruhi oleh pengelola sekolah ini pun berdalih bahwa pungutan itu sudah melalui musyawarah dengan para orang tua siswa. �Sementara orang tua siswa pun tak berani menolak keinginan pihak sekolah melalui Komite Sekolah.Jika menolak, mereka khawatir anak mereka tidak bisa diterima di sekolah tersebut,�tandasnya.

Koordinator Divisi Monitoring Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menjelaskan, Permen No 44/ 2012 tentang Larangan Pungutan di SD dan SMP sebatas goresan kertas karena pihaknya sendiri menerima 112 pelanggaran pada penerimaan siswa baru.Febri mengungkapkan, 60 laporan di antaranya pungutan yang ironisnya dilakukan juga oleh sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Febri mengungkapkan, nilai pungutan bervariasi per jenjang sekolah. Di SD misalnya pungutan mencapai Rp1,3 juta, SMP Rp2 juta, dan SMA Rp2,4 juta. Pungutan yang diberlakukan pihak sekolah, beber Febri, antara lain untuk keperluan seragam,operasional, bangunan,buku,dana koordinasi, internet,koperasi,amal jariah, formulir pendaftaran, perpisahan guru, praktik, dan SPP.

�Bahkan mereka minta dibiayai uang administrasi rapor dan uang ekstrakurikuler. Banyak orang tua yang tidak tahu kesemua itu sudah dibiayai di BOS,�sesalnya. neneng zubaidah


sumber: Seputar-indonesia.com

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.392 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: