Tag Archives: HAMA DAN PENYAKIT DALAM BUDIDAYA PALA

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PALA


proses budi dayasebuah
tanaman, kita pasti
mengharapkan semuanya
berjalan dengan baik dan
pertumbuhan tanaman dan
hasil yang diberikan pun
optimal. Persiapan mulai dari
bibit tanaman, penyediaan
media dan lingkungan yang
sesuai, penanaman hingga
pemeliharaan merupakan
proses rangkaian upaya
untuk mewujudkan hal
tersebut. Namun demikian ,
semua usaha pasti akan
menemui kendala, termasuk
dalam budi daya pala ini. Di
antaranya serangan hama
dan penyakit pada tanaman
pala. Untuk meminimalisir
kerugian dan permasalahan
yang muncul ada baiknya
petani memahami seluk
beluk jenis hama dan
penyakit yang umum
menyerang tanaman pala ini,
termasuk gejala, serta
metode pengendalian yang
efektif. Oleh karena itu ,
sebagai tambahan informasi
berikut beberapa jenis hama
dan penyakit yang umum
menyerang tanaman pala
dalam budi daya pala.
JENIS HAMA TANAMAN PALA
Penggerek batang (Batocera
sp)
Tanaman pala yang terserang
oleh
hama ini dalam waktu
tertentu dapat mengalami
kematian.
Gejala: terdapat lubang
gerekan pada batang
diameter 0,5– 1 cm, di mana
didapat serbuk kayu.
Pengendalian:
menutup lubang gerekan
dengan kayu/membuat
lekukan pada lubang gerekan
dan membunuh hamanya.
memasukkan/menginjeksikan
(menginfuskan)
racun
serangga seperti Dimicron
199 EC dan Tamaran 50 EC
sistemik ke dalam batang
pohon pala menggunakan
alat bor, dosis yang
dimasukkan sebanyak 15–20
cc dan lubang tersebut
segera ditutup kembali.
Anai-Anai / Rayap
Hama anai-anai mulai
menyerang dari akar
tanaman, masuk ke pangkal
batang dan akhirnya sampai
ke dalam batang.
Gejala: terjadinya bercak
hitam pada permukaan
batang, jika bercak hitam itu
dikupas, maka sarang dan
saluran yang dibuat oleh
anai-anai (rayap) akan
kelihatan.
Pengendalian:
menyemprotkan
larutan
insektisida pada tanah di
sekitar batang tanaman yang
diserang, insektisida
disemprotkan pada bercak
hitam supaya dapat
merembes kedalam sarang
dan saluran-saluran yang
dibuat oleh anai-anai
tersebut.
Kumbang Aeroceum
fariculatus
Hama kumbang berukuran
kecil dan sering menyerang
biji pala. Imagonnya
menggerek biji dan
meletakkan telur di
dalamnya. Di dalam biji
tersebut, telur akan menetas
dan menjadi larva yang dapat
menggerek biji pala secara
keseluruhan.
Pengendalian: mengeringkan
secepatnya biji pala setelah
diambil dari buahnya.
JENIS PENYAKIT YANG
MENYERANG TANAMAN
PALA
Kanker batang
Gejala: terjadinya
pembengkakan batang,
cabang atau ranting tanaman
yang diserang.
membersihkan kebun dari
semak belukar, memangkas
bagian yang terserang dan
dibakar.
Belah putih
Penyebab: cendawan
coreneum sp. yang dapat
menyebabkan buah terbelah
dan gugur sebelum tua.
Gejala: terdapat bercak-
bercak kecil berwarna ungu
kecoklatcoklatan pada
bagian kuliat buah. Bercak-
bercak tersebut membesar
dan berwarna hitam.
Pengendalian:
membuat saluran
pembuangan air (drainase)
yang baik;
pengasapan dengan belerang
di bawah pohon dengan dosis
100 gram/tanaman.
Rumah Laba-Laba
Menyerang cabang, ranting
dan daun.
Gejala: daun mengering dan
kemudian diikuti
mengeringnya ranting dan
cabang.
Pengendalian: memangkas
cabang, ranting dan daun
yang terserang, kemudian
dibakar.
Busuk buah kering
Penyebab: jamur Stignina
myristicae.
Gejala: berupa bercak
berwarna coklat, bentuk
bulat dan cekung dengan
ukuran bercak bervariasi,
yakni dari yang berukuran
sangat kecil sampai sekitar 3
cm; pada kulit buah tampak
gugusangugusan jamur
berwarna hijau kehitam-
hitaman dan akhirnya bercak-
bercak
tersebut terjadi
kering dan keras.
Pengendalian:
kondisi kelembaban di sekitar
pohon pala perlu dikurangi,
misalnya dengan mengurang
kerimbunan pohonpohon lain
di sekitar pala dengan
memangkas sebagian caba
ng-ca bang nya yang berdaun
rimbun, kemudian tanah di
sekitar pohon dibersihkan,
tidak terdapat gulma atau
tanaman-tanaman perdu
lainnya;
buah pala dan daun yang
terserang penyakit ini segera
dipetik dan dipendam dalam
tanah;
dapat dilakukan dengan
penyemprotan fungisida
secara yang rutin, yakni 2–4
minggu sekali, baik pada saat
ada serangan maupun tidak
ada serangan dari penyakit
ini, fungsida yang dapat
digunakan adalah yang
mengandung bahan aktif
mancozeb, karbendazim dan
benomi.
Busuk buah basah
Penyebab: jamur
Collectotrichum
gloeosporiodes,
yang
menyerang atau menginfeksi
buah yang luka.
Gejala: buah pala tampak
busuk warna coklat yang
sifatnya lunak dan basah;
gejala ini timbul pada sekitar
tangkai buah yang melekat
pada buah sehingga buah
mudah gugur.
Pengendalian: dengan busuk
buah kering.
Gugur buah muda
Gejala: adanya buah muda
yang gugur.
Penyebab: penyakit ini belum
diketahui dengan jelas.
Pengendalian: dengan
mengkombinasikan
(memadukan)
antara
pemupukan dan pemberian
fungisida.
Sumber: binaukm

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.197 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: